Rabu, 18 Januari 2017

Cara Membuat USB Installer BlankOn X dengan Multisystem

Baru-baru ini BlankOn X dengan nama kode Tambora dirilis oleh pengembang BlankOn setelah tiga tahun pengembangan. Namun beberapa pengguna ternyata kesulitan membuat USB (baca: Flashdisk) installer BlankOn X ini.

Sebenarnya ada banyak metode untuk membuatnya. Antara lain, dengan metode dd, unetbootin, dan multisystem. Nah, kali ini saya akan membahas bagaimana cara membuatnya dengan Multisystem.

Baik, sebelumnya saya akan membahas apa itu Multisystem. Multisystem adalah sebuah aplikasi untuk membuat live USB/installer yang tersedia di sistem operasi Linux, khususnya yang berbasis Debian. Dengan aplikasi ini kita dapat membuat banyak installer dalam 1 Flashdisk, asalkan flashdisknya masih muat.

1. Langkah pertama, install dulu multisystem-nya, caranya sebagai berikut :

a. Download skrip untuk menginstall multisystem :

wget http://liveusb.info/multisystem/install-depot-multisystem.sh.tar.bz2


b. Ekstrak lalu jalankan skripnya :

tar -xvjf install-depot-multisystem.sh.tar.bz2
sudo bash ./install-depot-multisystem.sh


ketikkan password, lalu tekan Enter. Tunggu hingga proses instalasi selesai.

2. Pastikan Anda telah mengunduh file ISO BlankOn X, jika belum, silakan unduh terlebih dahulu.

3. Jalankan multisystem dengan cara mengetikkan multisystem di teminal, atau melalui menu aplikasi > aksesoris > multisystem, seperti nampak pada gambar berikut :


4. Oiya, pastikan flashdisk yang akan digunakan untuk membuat installer telah tertancap di laptop/komputer kita dan telah dimout di sub directory /media. Setelah muncul aplikasi multisystemnya, seperti di bawah ini :
5. Pastikan flashdisk kita terbaca dan memiliki ruang yang cukup. Jika sudah, klik tombol konfirmasi di kanan bawah.

6. Selanjutnya klik pada bagian pilih .iso atau .img, lalu cari file BlankOn-10.0-desktop-amd64.iso atau BlankOn-10.0-desktop-i386.iso, akan muncul tampilan sebagai berikut :
ketikkan passwordnya, lalu tekan Enter.

7. Proses ini tidak akan memakan waktu yang cukup lama. Tergantung kekuatan hardware komputer/laptop kita dan kualitas flashdisk yang kita gunakan.

8. Jika berhasil akan muncul logo BlankOn seperti pada tangkapan layar berikut :
9. Kita dapat menguji hasilnyanya dengan fasilitas yang tersedia di multisystem tersebut, antara lain kita dapat menggunakan Qemu atau VirtualBox. Atau dengan mencoba langsung di laptop yang akan kita install.

10. Akan ada menu tambahan baru berupa BlankOn di grub multisystem flashdisk, seperti berikut :
11. Sampai di sini proses pembuatan USB Installer BlankOn X dengan nama kode Tambora telah berhasil.

Kesimpulan :

- Pembuatan Live USB maupun installer BlankOn X ini telah dimudahkan dengan menggunakan Multisystem.
- Semoga catatan ini bermanfaat bagi siapa pun pembacanya,
- dan mohon doanya, semoga penulis segera menikah tahun ini 👦👧
- terima kasih.

Referensi :

https://samsulmuktisari.wordpress.com/2011/09/29/membuat-liveusb-multiboot-di-blankon/ 
https://www.blankonlinux.or.id/catatanrilis.html
http://distrowatch.com/?newsid=09693

Rabu, 11 Januari 2017

Undangan Training Guru Networking di IDN Foundation

Belum banyak yang saya tau tentang Miktorik kecuali hal dasar yang saya dapatkan dari mengikuti pelatihan di BLC Telkom Klaten sebelumnya, pada 8-13 Agustus 2016 lalu. Di sana pula saya mendengar tentang IDN (ID Networkers) Foundation dari teman-teman.

Lalu saya sempat cari di internet apa itu IDN, dan menemukan informasi pendaftaran training Guru TKJ yang diselenggarakan oleh IDN. Seperti browsur di samping. Desainnya sederhana namun mudah dipahami.

Saya sendiri mencoba memberanikan diri untuk mendaftar. Surat-surat pun saya persiapkan. Itu pada bulan Oktober 2016 lalu. Agak was-was saya sendiri ketika mendaftar. Di formulir pendaftaran diharuskan membuat narasi singkat tentang motivasi dan kondisi jurusan TKJ di sekolah. Was-wasnya apakah akan diterima atau tidak.

Agak lama juga tuh saya nulisnya, beberapa jam.

Lalu Rabu, 4 Januari 2017 saya menerima surel dari info@idn.id yang bertajuk Undangan Training Guru Networking, yang isinya begini :

Yth. Bapak/Ibu,
Peserta Pelatihan Guru
Bersama ini kami mengundang Anda, untuk mengikuti training networking yang akan dilaksanakan pada :
Hari / Tanggal    : Selasa - Selasa, 10 - 17 Januari 2017
Waktu              : 08.00 - 23.00 WIB
Lokasi              : SMK IDN, Pesantren Madinatulquran Jonggol Kab. Bogor (Jl.TMMD Melati Sodong, Desa Singasari, Kec.Jonggol, Kab. Bogor 16830)

Berikut beberapa informasi yang perlu kami sampaikan terkait dengan pelaksanaan training :
1. Membawa CV, surat tugas, dan surat pernyataan 
2. Tidak tersedia angkutan umum, disarankan naik uber/gocar/grab mobil bersama-sama guru lain
3. Silahkan join group telegram [link disembunyikan] untuk mempermudah komunikasi apabila ada informasi tambahan
Terlampir daftar peserta training guru, silahkan mengkoordinir sendiri bagi yang ingin berangkat bersama.
Terimakasih atas perhatiannya
Salam,
Ayu

Saya dapat email itu saat saya sedang di sekolah. Langsung saya tunjukkan ke Waka Kurikulum dan Kajur TKJ. Baik Waka Kurikulum maupun Kajur TKJ sama-sama mempersilakan untuk mengikuti kegiatan tersebut. Namun entah dengan pak kepsek.

Mendengar cerita dari pak Rudi, beliau  pernah izin untuk mengikuti kegiatan workshop di luar tapi tidak diizinkan oleh  kepala sekolah dengan alasan terlalu jauh. Akhirnya sampai tanggal pelaksanaan pun saya tak sempatkan diri untuk cerita ke kepsek. Ah, curhat...

Nah, selanjutnya saya pun bingung lagi. Lagi-lagi bingung, bagaimana berangkat ke sananya. Apakah naik kereta, apakah naik bis, apakah naik pesawat (eh). Beberapa kali saya datang ke terminal Sidareja untuk memesan tiket bis. Hehehe, tapi ternyata oleh penjual tiketnya disuruh  beli mendadak saja saat mau berangkat.

Problem selanjutnya adalah alat. Bergabung di grup telegram tersebut di email, saya ada sedikit gambaran soal acara ini. Obrolan di sana pun berlangsung mengalir. Pak Dedi selaku penyelenggara training mewajibkan peserta membawa MikroTik Routerboard yang sudah ada WiFi-nya. Yaitu yang kode di belakangnya >1, seperti RB941, RB951, dll. Sedangkan alat yang ada di saya adalah RB750 yang tidak ada WiFi-nya.

Ada beberapa solusi sebenarnya, yang pertama saya beli, yang kedua pinjam. Kalau saya beli, mungkin saya malah tidak bisa berangkat. Kalau tidak beli, solusi kedua saya harus pinjam. Nah, siapa yang bisa dipinjam alatnya?

Sekolah sebenarnya punya 3 RouterBoard, 2 di antaranya RB750, dan satu RB941. RB941 sudah dibawa anak-anak untuk PKL/Prakerin ke BLC Telkom Klaten. Satu unit RB750 sedang digunakan di sekolah, jadi yang saya pegang adalah RB750 satunya lagi. Nah, untungnya ada almi SMK yang baru beli RB941 yang baru juga dipasang di rumahnya.

Saya pun meminta izin untuk meminjamnya, dan untuk sementara ditukar dengan RB yang ada di saya. Nah, karena di rumah Eri juga butuh Access Point, saya pun akhirnya meminjam AP yang ada di sekolah untuk dipinjamkan kembali ke Eri. Nantinya setelah training akan dikembalikan. Oke, problem solve.

Berlanjut ke kebingungan berikutnya. Apa itu? saya bingung bagaimana berangkatnya... hehehe... Apakah saya akan naik kereta, apakah bis, apakah pesawat? (eh). Beberapa kali ke terminal untuk beli tiket bis, malah penjual tiketnya bilang "belinya besok saja pas mau  berangkat." Okelah, pada akhirnya saya putuskan naik bis pada Senin, 9 Januari 2017 pukul 05:30.

Perjalanan naik bis ke kota lain memang bukan pertama kali ini. Sebelumnya pernah ke Malang, terus ke mana lagi yah. Sejauh ini itu sing yang paling jauh. Namun perjalan kali ni cukup terasa melelahkan yang mudah-mudahan hasilnya nanti memuaskan. Naik bis dari Sidareja, berangkat pukul 06:12 waktu setempat. Sampai di pool Sinar Jaya Cibitung, Bekasi sekitar pukul 17:17 WIB.

Nah, yang berikutnya pengalaman naik taksi online yang cukup berkesan buat saya, karena ya baru pertama kali ini. Baru sesaat turun dari bis, langsung saya buka aplikasi di hape. Hemm... perlu saya sebut merk gak yah... hahaha... garb, itu nama aplikasinya.

Buka aplikasi, tentukan lokasi tujuan, lalu beberapa detik berikutnya langsung ada telepon masuk. "Halo, pak samsul. Mau dijemput di mana?" suara dari ujung telepon. "Saya di pool bis sinar jaya pak," jawab saya. Selanjutnya pak sopir yang bernama Solehan mengarahkan saya untuk menuju pos polisi yang tak jauh dari situ. Beliau akan menunggu di belakang pos tersebut.

Tak kurang dari dua jam dari pool bis sinar jaya Cibitung, Bekasi menuju SMK IDN Madinatul Ilmi (Madinatul Qur'an). Perjalanan pun cukup berliku, meninggalkan kesan tersendiri bagi sopir yang memiliki tiga orang anak ini.

"Kalau tau mau ke sini, saya gak ambil mas," ungkap pak Solehan. Dugaan beliau lokasinya di Jonggol kota, ternyata lokasinya masuk jauh ke dalam. Lebih tepatnya di pegunungan.

Oiya, awalnya sebenarnya saya akan naik grab bersama teman-teman yang lain. Namun ternyata, seorang peserta memberi kabar pada saya bahwa rombongan lebih dulu berangkat karena kasihan ada peserta dari lampung yang telah menunggu sejak pukul 08:00 pagi. Akhirnya saya ngegrab sendirian deh.

Sampai di lokasi sekitar pukul 19:01 waktu Jonggol. Saya pun berkenalan dengan teman-teman yang sudah sampai lebih dulu, ada yang dari Lampung, Sulawesi, Malang, dll. Di grup telegram pak Dedi menuliskan, "Selamat menikmati nyamuk-nyamuk jonggol."

Sekian dulu tulisan ini. Semoga bisa berlanjut dan bisa saya tuliskan pula pengalaman mengikuti training ini. Dan lebih dari itu, apa yang saya dapatkan dapat bermanfaat, bukan hanya untuk saya, tapi juga untuk orang-orang di sekitar saya. Termasuk anak-anak didik saya di sekolah.

Kamis, 29 Desember 2016

Mengantar Siswa Prakerin ke BLC Telkom Klaten

Cerita ini bermula ketika saya mengikuti diklat IT Ayo Guru Bisa yang diselenggarakan oleh BLC Telkom Klaten. Saya mengikuti gelombang terakhir, yaitu gelombang 8, mulai tanggal 8 hingga 13 Agustus 2016.

Selama mengikuti diklat, saya benar-benar merasakan bahwa di BLC Klaten ini adalah gudangnya ilmu IT. Bagaimana tidak, dari luar ruangan, di setiap ruangan, dari pagi, sampai malam, sampe pagi lagi, yang ada adalah orang-orang yang sedang belajar ilmu IT. <del>Dari anak-anak prakerin, orang-orang magang, bahkan siapapun yang di sana seperti orang yang haus ilmu.</del>

Pulang dari sana, saya sampaikan pada teman-teman guru TKJ, bahkan pada kepala sekolah, bahwa saya ingin ada siswa SMKTIKA yang dikirim ke sana. Beberapa teman menyambut baik niat saya, lainnya tidak paham. Sampai pada akhirnya, rencana ini disetujui oleh KaJur (Kepala Jurusan) dan Kepala Sekolah.

Hal ini pun saya sampaikan pada anak-anak yang akan mengikuti Praktek Kerja Industri (Prakerin), yaitu kelas XI TKJ. Mereka nampak cukup antusias. Saya sampaikan bahwa saya hanya akan mengirim siswa yang benar-benar punya niat untuk belajar, tidak peduli dia bodoh sekalipun. Karena demikian pula yang diminta oleh pihak BLC Telkom Klaten.

"Carikan Saya Anak Yang Paling Bodoh Untuk Saya Didik Menjadi Tenaga IT Yang Handal"  http://tiaratnawulansari.blogspot.co.id/2015/09/carikan-saya-anak-yang-paling-bodoh.html

Mendekati waktu prakerin, sekitar 3-2 bulan sebelumnya akhirnya ada 7 orang anak yang minat untuk mengikuti prakerin di BLC Telkom Klaten. Karena batasan maksimum untuk prakerin di sana per jurusan hanya 4 orang anak, maka kami akhirnya melakukan seleksi. Empat orang anak yang terpilih, antara lain Afrizal Chanief Ashari, Ahmad Sadili, Ficky Friso Edowardo, dan Ulun Nuha Khotami.

Mendekati waktu prakerin, tantangan pun mulai terlihat. Dari para siswa yang ternyata belum memiliki laptop. Ada yang punya laptop, tapi sedang rusak. Hingga sekolah yang belum dapat membelikan perangkat yang diperlukan, berupa PC server dan lainnya.

Memang untuk hal ini (siswa yang belum memiliki laptop), dari awal tidak menjadi pertimbangan saya. Dan apakah (orang tua) siswa termasuk mampu atau tidak. Karena pada dasarnya saya tidak ingin menghalangi siapa pun untuk belajar. Maunya saya, siswa yang tidak memiliki laptop dipinjami sekolah. Namun ternyata, saat mereka hendak berangkat laptop sekolah yang ada di lab tidak ada di tempat. Ada yang bilang kalau laptop tersebut (sebanyak itu) dipinjam oleh pihak luar atas izin kepala sekolah.

Pada akhirnya, sekolah pun membelikan PC server khusus untuk siswa prakerin ke BLC Telkom Klaten. Sebenarnya sekolah telah memiliki beberapa komputer di lab. Namun komputer tersebut belum memenuhi spesifikasi standar yang diminta untuk dipakai. Sabtu, 24 Desember 2016, Pak Toni memberi kabar bahwa beliau telah diminta oleh kepala sekolah untuk membeli PC seharga 3 juta-an. Agak sedikit lega, meski sebelumnya sudah dipersiapkan PC seadanya yang dimiliki sekolah dengan spesifikasi seadanya pula.

Dari empat orang anak yang akan ke Klaten, satu di antaranya belum memiliki laptop, dua lagi laptopnya bermasalah. Jadi, hanya satu anak yang memiliki laptop yang normal, itu pun dia beli beberapa hari sebelum pemberangkatan. Dua anak yang laptopnya bermasalah saya minta untuk tetap dibawa, dengan harapan dapat diperbaiki saat berada di sana.

Sedangkan satu anak yang sama sekali belum memiliki laptop akhirnya dipinjami oleh pak Rudi. Beliau punya satu buah laptop di rumah yang "nganggur." Meski laptop tersebut baterainya sudah tidak normal, dan harus menggunakan adaptor ketika sedang digunakan. Namun setidaknya itu dapat dipergunakan oleh anak untuk belajar.

Terkait dengan armada mobil yang digunakan, awalknya kami berencana naik kereta. Namun seminggu sebelumnya saat kami memeriksanya, tiket sudah ludes. Tentu saja, karena bertepatan dengan liburan semester, natal, dan tahun baru. Tiket kereta api telah habis bahkan sebulan sebelum liburan.

Pak Rudi mencoba menghubungi temannya yang memiliki mobil yang bisa dicarter. Namun ternyata harganya, bagi kami masih terlalu mahal, Rp 1,2 juta dibagi 7 orang (4 orang siswa prakerin, ditambah saya dan pak Rudi serta seorang alumni, Eri Febrianto) masing-masing kejatah Rp 171 ribu, atau Rp 200 ribu termasuk makan. Saya sendiri sebenarnya berharap ada fasilitas armada dari pihak sekolah. Namun akhirnya kami harus mencari sendiri armadanya.

Baru beberapa hari sebelum kami berangkat, ternyata salah satu siswa, Ficky Friso Edowardo, ayahnya adalah seorang sopir travel. Hmmm... kenapa dia gak bilang dari awal kalau ayahnya sopir travel yah. Meski pak Rudi dan temannya sudah deal, dengan harga diturunkan menjadi Rp 1,1 juta. Negosiasi dengan ayah Ficky pun berlangsung melalui anaknya, akhirnya deal di angka Rp 900 ribu.

Kami pun berangkat pada hari Sabtu, 24 Desember 2016 pukul 22:00 WIB dari sekolah. Kami harus ke rumah pak Rudi dulu untuk mengambil laptop yang akan digunakan siswa, baru kami berangkat menuju Klaten. Di tengah perjalanan, kami sempat singgah beberapa kali. Suasana, dan suhu di dalam mobil yang kurang sehat membuat salah satu di antara kami mabuk perjalanan.

Dari awal perjalanan Ficky sudah terlihat diam dan membungkuk. Ayahnya pun menghentikan mobilnya sejenak. Ficky lalu diminta untuk duduk di barisan paling depan. Saya sendiri sempat nyaris mabuk. Di salah satu SPBU saya meminta pak sopir untuk istirahat sejenak. Ada hajat yang harus saya keluarkan di sana. 😑

Singkat cerita, kami sampai di BLC Telkom Klaten pada pukul 04:35 waktu setempat. Meskipun sempat "nyasar," karena saya sendiri tidak hapal tempatnya dan anehnya, sinyal GPS hilang. Kami pun sempat harus putar balik.

Tentu saja tempatnya terlihat cukup sepi. Saya sendiri meskipun sudah pernah belajar di sana selama seminggu, tidak berani untuk membangunkan siapa pun. Kami hanya memarkirkan mobil di area parkir, lalu pergi ke mushola terdekat untuk melaksanakan sholat subuh.

Tanpa kami duga, ternyata musholanya terkunci. Akhirnya kami tetap melaksanakan subuhan di teras mushola yang cukup sempit itu secara bergantian. Kembali ke BLC, kami beristirahat sambil menunggu datangnya siang. Siang kok ditunggu.. 👮

Sampai pada akhirnya, kami masuk ke dalam melalui pintu samping dan dipersilakan oleh seorang cewek yang lupa saya tanya namanya. Dia juga membuatkan kami teh hangat, menemani kami menunggu. "Mbah Suro masih istirahat ya mbak?" tanyaku. "Oh, mau ketemu mbah?" sembari dia mencoba masuk dan mencari seorang pria yang memiliki nama asli Suwandono tersebut.

Tak berapa lama mbak berjilbab coklat itu pun kembali dan mengabarkan kami kalau mbah masih  istirahat. "Ya sudah gak papa mbak, biar kami tunggu saja di sini," sahutku.

Karena cukup lama menunggu, pak Rudi dan anak-anak  pun memutuskan untuk mencari kos-kosan terlebih dahulu. Saya sendiri tiduran karena kantuk yang tak tertahankan, dan Eri menunggu di ruang belakang, tempat kami dipersilakan oleh mbak-mbak yang cantik tadi.

Tak kurang dari enam ruang yang terlihat dari pandangan mata saya ada di sana. Ruang depan, terdapat proyektor dan layarnya terlihat menggantung. Di lantai beberapa kabel LAN, Listrik beserta stop kontaknya terlihat berserakan. Tepat seperti ruangan belajar sekaligus ruang simulasi LKS TKJ. Ruang berikutnya dana beberapa ruang lainnya nampak seperti ruang biasa.

Ada satu ruang sebagai gudang, dan ruang lainnya sebagai kamar tidur. Sedangkan ruang yang kami tempati saat itu adalah ruang paling belakang sebagai ruang komputer. Belasan komputer berjajar rapih di pinggiran ruang dalam kondisi menyala. Satu komputer sempat saya gunakan untuk browsing dan //fesbukan//, dan ngonfig email untuk penasiswa.

Menunggu pak Rudi dan anak-anak mencari kos, saya pun tertidur di lantai. Sedangkan Eri bermain komputer yang telah terinstall sistem operasi Linux Mint tersebut. Entah berapa  lama saya tertidur setengah sadar di lantai itu. Hingga para pencari kos telah kembali, dan saya pun mendengar suara mbah Suro samar-samar. Saya lalu terbangun, segera salaman dengan beliau.

Kalau tak salah terka, sekitar pukul 10:00 waktu setempat, momen yang dinanti pun tiba. Duduk bersama mbah Suro Dhemit, kemudian mengutarakan maksud dan tujuan kami.

Mula-mula saya memperkenalkan pak Moh. Nasirudin, kepala Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan dari SMK Tarbiyatul Islam Kawunganten, Cilacap kepada mbah Suro. Lalu  pak Rudi menyampaikan beberapa hal yang intinya hendak menitipkan anak didik kami di BLC Telkom Klaten selama 3 bulan untuk mengikuti Prakerin.

Mbah Suro kemudian menanyai satu per satu siswa tentang cita-cita mereka, hobby, motivasi, dan aktifitas keseharian mereka di rumah. Hal ini tentu untuk mengetahui potensi dan karakteristik masing-masing siswa. Mbah Suro juga menyampaikan beberapa hal terkait sistem kerja di BLC Telkom Klaten, antara lain bahwa di BLC tidak ada absensi, tidak ada penilaian, jam kerja sebanyak 8 jam per hari, hari Minggu libur.

"Di sini masuknya jam 8, lebih sedikit, siswa akan disuruh presentasi di depan teman-temannya. Coba saja besok kalo tidak percaya, kamu  berangkat jam 8:15," begitu kira-kira yang diungkapkan founder AYO BELAJAR LINUX ini.

Hari pun semakin siang, tak sedikit petuah-petuah yang mbah Suro sampaikan kepada para siswa calon peserta Prakerin, juga kepada saya dan pak Rudi. Setelah menyelesaikan administrasi berupa SPPD dan menyerahkan biodata siswa, kami pun berpamitan.

Mbah Suro meminta saya untuk tidak pulang dulu, untuk sesekali ngoprek bareng mas Aji Kamaludin. Tentu sebuah  kehormatan bagi saya untuk ngoprek bareng mas Aji. Namun saya harus pulang dulu karena tidak adanya persiapan bekal dll., di samping saya  sendiri agak menyesal karena tidak membawa laptop.

Nah, dalam hal ini saya dan Eri berencana akan ke sana untuk belajar selama seminggu. Waktunya masih belum ditentukan, kita akan cari momen (bukan menunggu) yang tepat. Semoga ada rezeki dan kesehatan untuk mewujudkannya. Amiiin.... ya Alloh... 👳

Setelah mengantar anak-anak ke kos mereka beserta barang bawaan mereka, termasuk PC server dan perlengakapan lain, kami melaksanakan sholat dhuhur di masjid terdekat. Kami ber-empat meninggalkan Klaten sekitar pukul 12:37 Waktu Klaten. Perjalanan yang cukup melelahkan, namun menyenangkan.

Panjang juga catatannya, kan? Bagaimana? nyesel gak bacanya?

Selasa, 13 Desember 2016

Menjalankan Radio Mobile Wirelless di Ubuntu 16.04

Mengikuti workshopnya pak Onno beberapa waktu lalu tepatnya pada hari Senin, 5 Desember 2016 di SMK Wicaksana Al Hikmah 2, Sirampog, Brebes, saya dan perserta lainnya diberi file berupa software Radio Mobile Wireless dan Ebook.

Seperti dikutip dari catatannya pak Onno :

Radio Mobile adalah tool yang bebas dan powerfull untuk merencanakan pola radiasi radio dan memprediksi kinerja sistem radio. Menggunakan data elevasi terrain tersedia secara bebas dapat menghasilkan peta virtual skala abu-abu, x-ray dan warna pelangi. Di samping itu, juga dapat menghasilkan tampilan 3-D dan stereoscopic serta animasi sambil dioperasikan. Gambar latar belakang dapat digabungkan dengan peta hasil scan, foto satelit dan peta MapQuest untuk menghasilkan plot prediksi yang akurat. Anda dapat memperoleh salinan Radio Mobile dari situs resmi:

http://www.cplus.org/rmw/english1.html

Saat workshop tersebut, para peserta tak perlu mendownload softwarenya satu per satu. Pak Onno telah menyediakan berupa folder bernama RMW, ukurannya kurang lebih 2 GB. Di dalam folder tersebut telah tersedia data ketinggian tanah untuk seluruh wilayah Indonesia. Juga ada sebuah eBook setebal 400-an halaman yang berjudul "Jaringan Wireless di Dunia Berkembang", dapat Anda unduh dari sini.

Awalnya saya kecewa karena flashdisk yang saya setorkan tidak muat untuk dicopy file tersebut. Ya, kecewa pada diri sendiri. Sempat minta dicopy dari laptop peserta lain yang telah mendapatkan filenya terlebih dahulu, namun ternyata ada virusnya. Walhasil file tersebut tidak dapat dijalankan di laptop saya. Bukan hanya itu, saat disalin ukurannya menjadi 100-an GB, padahal flashdisk saya kan cuma 16GB. Lucunya tuh di sini.

Akhirnya saya kembali meminta file RMW ke pembicara, flashdisk saya pun diformat supaya filenya dapat disalin.

Sembari menunggu, saya sempatkan menginstall wine dengan koneksi yang disediakan panitia. Kenapa? Karena untuk menjalankan aplikasi berbasis windows, sedangkan saya menggunakan Ubuntu Studio 16.04 64 bit.

sudo apt install wine

Setelah file disalin, tanpa saya membaca panduan ini, saya pun iseng menjalankan :

cd ~/Unduhan/RMW/
wine rmweng.exe

Lalu saya mendapatkan pesan error kurang lebih seperti ini:

err:module:import_dll Library MSVBVM60.DLL

Googling sebentar, saya pun menemukan solusinya, dengan menjalankan :

winetricks

tampilannya akan seperti di bawah ini, pilih "select the default wine prefix" :

Klik Ok, lalu di dialog selanjutnya pilih "Install a Windows DLL component" :

Klik Ok lagi, scroll ke bawah, centang pada package "vb6run" yang pada Title bertuliskan "MS Visual Basic 6 runtime sp6"
Klik Ok lagi, tunggu beberapa saat. Sistem akan mengunduh file yang diperlukan, artinya proses ini memerlukan koneksi internet.

Setelah proses unduh selesai dan tidak ada error, kembali saya jalankan :

wine rmweng.exe

Tada...

Aplikasi Radio Mobile pun dapat dijalankan...


Selanjutnya tinggal dikonfigurasi -> http://lms.onnocenter.or.id/wiki/index.php/RMW:_Konfigurasi_Awal_Radio_Mobile_Wireless

Sekian dulu catatan kali ini. Semoga bermanfaat.

Cara Mendapatkan Free Trial VPS Dewaweb 30 Hari

VPS (Virtual Private Server) merupakan server virtual yang berjalan di atas server fisik. VPS ini biasa digunakan oleh pengguna, eh, oleh sysAdmin untuk membuat berbagai macam layanan server.

Nah, suatu ketika saya membutuhkan sebuah server untuk keperluan ujicoba pembuatan mail server. Sempat browsing di internet sebentar, saya menemukan banyak sekali pilihan. Pada akhirnya, saya memilih mencoba layanan yang ditawarkan oleh Dewaweb.com.

Melalui formulir yang disediakan oleh dewaweb, saya mengajukan permohonan trial VPS untuk 30 hari. Jika Anda juga ingin mencoba, silakan mengisi formulirnya di sini :

https://www.dewaweb.com/cloud-server-for-power-users/


Yang perlu diperhatikan saat mengisi formulir adalah, email yang digunakan harus menggunakan domain custom (email perusahaan atau email pribadi dengan domain sendiri). Bukan email gratisan seperti gmail, atau yahoo.

Scan/foto KTP juga diminta saat mengisi formulir, untuk keperluan verifikasi pihak Dewaweb. Setelah mengisi formulir, silakan menunggu. Prosesnya tidak terlalu lama, saat saya mencoba, tak lebih dari 48 jam saya sudah mendapatkan konfirmasi dari pihak Dewaweb. Untuk selanjutnya, komunikasi dilanjutkan melalui email yang digunakan saat melakukan pendaftaran.

Oiya, server yang saya minta adalah server Jakarta, namun pihak Dewaweb mengatakan saat itu sumberdaya belum tersedia. Server Jakarta baru akan tersedia seminggu kemudian. Akhirnya, saya mendapatkan VPS Gratis yang lokasi fisiknya berada di Singapura dengan spesifikasi sebagai berikut:




Bagaimana, Anda tertarik mencoba?

Selasa, 06 Desember 2016

Mengikuti Workshop full day Oprek Radio Wireless

Pengalaman yang menarik, dan tentunya tak akan terlupakan. Hari Minggu, 4 Desember 2016 siang, saya bergegas menuju Brebes, tepatnya ke SMK Wicaksana Al Hikmah, Sirampog. Naik motor, sendirian, dengan bantuan navigator google maps yang terpasang di stang motor.

Saya tidak menyalakan navigator sampai saya benar-benar merasa saya tidak tau jalannya. Yaitu setelah melewati Dermaji, dan beberapa kilometer setelahnya. Jalan yang menuju Brebes saya tak tahu. Nah, sebelum memasuki hutan (baca; pegunungan), barulah saya nyalakan.

Pergi ke suatu tempat dengan memanfaatkan navigator GPS mungkin bukan sekali atau dua kali bagi saya. Namun dengan memasangnya di stang (tepatnya di port spion) dengan holder yang saya beli (kan untuk baha; namun akhirnya saya sendiri yang pake) adalah pengalaman yang pertama. Seperti tidak ada rasya khawatir dalam diri saya untuk pergi ke mana pun.

Berangkat dari Sidareja sekitar pukul 13:00 WIB, sampai di SMK Wicaksana sekitar pukul 15:30 Waktu setempat. Kemudian malamnya saya menginap di kamar khusus tamu di ponpes Al-Hikmah 2. Kamar ini biasanya untuk menginap tamu, wali santri yang menjenguk anaknya. Tempatnya cukup representatif, ada bantal, ada tikar dan kamar mandi di dalam.

Foto kiriman Samsul Ma'arif (@samsul.web.id) pada

Hanya satu yang membut saya tak berkutik di sini, yaitu colokan listrik yang tersedia tidak berfungsi. Walhasil, saya hanya dapat membuka laptop beberapa menit saja. Setelah itu, laptop istirahat sampai esok hari.

Oiya, ada hal menarik di sini yang dapat dibaca di caption postingan IG saya :

Singkat cerita, hari berikutnya saya mengikuti workshop tersebut. Acara dimulai pukul 08:35, dibuka oleh ketua panitia, lalu sambutan oleh kepala SMK Wicaksana (::) dan berikut video sambutan dari pak Onno :



Menurut pak Onno, Indonesia telah menjadi contoh bagi negara-negara di dunia tentang bagaimana membuat internet murah. Oleh karena itu, beliau ingin membagi ilmunya kepada MGMP-MGMP (para guru) supaya para guru ini dapat mengajarkan kepada muridnya tentang bagaimana membangun internet murah.

Pada sesi pertama, materi disampaikan oleh pak Dadang Setiawan, CEO Raihan Teknologi. Tentang membangun sentra telepon sendiri. Saya berkesempatan menjadi asisten beliau untuk membuat server VOIP dengan kamailio karena laptop saya yang digunakan untuk praktek. Agak sedikit kikuk sih, apalagi "sepanggung" dengan pak Onno W. Purbo tapi Alhamdulillah semua berjalan lancar.

Sesi berikutnya adalah sesinya pak Onno. Pada sesi tersebut, peserta telah menyalin berkas berupa software Radio Mobile Wireless. Software tersebut akan digunakan untuk menentukan posisi antena beserta konfigurasinya. Peserta diajarkan bagaimana mengonfigurasi antena dan memastikan antara titik poin yang satu dengan lainnya dapat terhubung.

Sesi pak Onno berlangsung hingga sore hari. Meski sempat terhenti karena listrik padam. Untungnya di SMK Wicaksana telah tersedia listrik cadangan berupa genset.

"Internet Wireless pakai WiFi, rekornya di republik ini adalah 227 Km, di papua," ungkap Onno W. Purbo.

Saya sendiri, ini merupakan kali ke-3 saya bertemu dengan pak Onno. Sebelumnya, saya pernah ikut Festival Desa TIK tahun 2014 di Majalengka. Pak Onno mengajarkan bagaimana rakyat desa dapat menyambungkan internet dengan biaya yang murah. Sore dan malamnya saya juga mengikuti kelas beliau tentang bagaimana membuat jaringan MESH.

Yang ke-2, saya kembali bertemu pak Onno di Beltim (Belitung Timur) saat mengikuti Festival Desa TIK tahun 2015. Saat itu, bupati Beltim adalah adik Ahok, yaitu Basuri Tjahaja Purnama. Belakangan saya dengar beliau tak terpilih kembali setelah menyalonkan diri untuk periode ke-2. Nah, di Beltim pak Onno mengajarkan bagaimana menyambungkan internet antar-pulau.
Wuasana workshop saat istirahat


Menurut saya, pengalaman belajar secara langsung dengan pak Onno adalah pengalaman yang luar biasa. Bagaimana tidak, beliau adalah orang yang hebat. Salah satu kontribusi besar beliau yang dirasakan manfaatnya oleh jutaan orang Indonesia adalah dibebaskannya frekuensi 2,4 Ghz.

Pak Onno juga menceritakan tentang OpenBTS satu-satunya yang "running" di papua. Dioperasikan oleh seorang guru SD, dan mendapat penghasilan sekitar 40 juta. OpenBTS adalah teknologi seluler terbuka dengan menggunakan software OpenSource. Dari hal tersebut juga, pendiri facebook kemudian meniru dan menginisiasi Open Cellular.

"Kita sering tidak sadar bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa paling besar di dunia yang telah mengembangkan Internet wireless secara massal. Bangsa lain, terutama negara berkembang di Afrika & Asia banyak belajar ke bangsa Indonesia." -- Onno W. Purbo

Ada sesi sharing beberapa saat, saya mendengarkan banyak cerita dari pak Onno. Termasuk cerita tentang salah seorang mahasiswanya yang pernah makan temannya sendiri. Dan cerita-cerita lain, pengalaman beliau mengajar anak-anak papua. Ah, terlalu banyak yang beliau ceritakan hingga saya tak mampu untuk menulisnya semua.

Berdasarkan jadwal, workshop akan berakhir saat maghrib. Namun ternyata selesai lebih cepat, yaitu sekitar pukul 15:00. Tadinya, saya hendak menginap semalam lagi di sana. Sempat bingung juga, apakah mau langsung pulang atau menginap lagi. Mengingat cuaca hujan, dan kalau malam pasti gelap. 😁😀😂

Pada akhirnya, setelah sholat Ashar (yaitu pukul 16:06) saya putuskan untuk pulang. Naik motor, memakai mantel dan memanfaatkan GPS untuk pulang. Alhamdulillah, sempat nyasar saat masih di Brebes dan ponsel sempat ngedrop juga. Kabar baiknya, saya membawa Power Bank berkapasitas 20000 MAh.

Yang saya pahami, GPS navigator hanya memperhitungkan jarak dan jalan yang mungkin dilalui. Namun tidak memperhitungkan kondisi jalan yang ada. Walhasil, nyasar sampe 2 kali. Tiga puluh menit sampe saya kembali ke jalan //yang benar//. Sampai di basecamp Sidareja sekitar pukul 19:00. Ternyata di basecamp ada mbah Fauzan, teman saya. Nah, karena perjalanan selama 3 jam cukup mengocok perut, perutku pun mules, dan karena saya pun yakin mbah Fauzan juga belum makan kuajak beliau untuk makan di dekat stasiun yang harganya cukup miring.

Sekali lagi, Alhamdulillah.

Rabu, 30 November 2016

Mengikuti Workshop Linux and Security di ST3Telkom Purwokerto

Ah, lama juga blog ini terbengkalai tak terurus. Sekarang saya lebih banyak oprek web/blog orang daripada mengurus blog sendiri. hahahaha.... Nah, kali ini saya cuma mau sharing tentang acara yang baru-baru ini saya ikuti.

Minggu, 27 November 2016 lalu saya bersama Eri Febrianto dan Wahyu Setiyono mengikuti (sesuai judul tulisan ini). Acara diselenggarakan oleh UKM IPTEK kampus ST3Telkom Purwokerto. Berlangsung selama seharian dari pagi hingga sore, acaranya cukup mengasyikkan dan mencerahkan.

Nah, karena acaranya tentang Linux dan Hacking ternyata banyak juga peserta yang hadir. Ada juga peserta yang hadir paling jauh dari Yogyakarta, dan saya sendiri dan kedua temanku yang sudah saya sebutkan namanya di atas berasal dari Cilacap.

Oiya, baru kali ini lho saya ikut workshop yang TIDAK GRATIS. Dan menurut saya biayanya cukup terjangkau. Materi yang disampaikan pun sangat berisi disampaikan oleh pemateri yang berpengalaman di bidangnya, yaitu para Developer DracOS Linux.

Berikut ini catatan yang dibuat oleh pemateri :

https://github.com/xathrya/writeup/blob/master/boot2root/sokar/id_xathrya_sokar.md

Dan berikut daftar putar video acaranya.



Gimana? sudah nonton? seru kan acaranya? Ada demo hacking, ada tanya jawab, dan lain-lain. Eh, ada live perform juga lho dari UKM Musik St3Telkom Purwokerto :

">